Barito Kuala, Senin (12/1/2026) — Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Barito Kuala menunjukkan kehadiran nyata di tengah krisis. Bersama seluruh Badan Otonom (Banom) NU, PCNU Barito Kuala menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir di Desa Jejangkit, Kecamatan Jejangkit, Senin (12/1/2026).
Penyaluran bantuan ini melibatkan unsur Banom NU secara solid dan terpadu, di antaranya GP Ansor, Fatayat NU, Muslimat NU, IPNU–IPPNU, PMII serta relawan NU lainya . Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan harian bagi warga yang terdampak banjir akibat curah hujan tinggi yang melanda wilayah tersebut.
Ketua PCNU Kabupaten Barito Kuala, KH. Anwar Hadimi, menegaskan bahwa gerak cepat NU dan Banom NU merupakan wujud komitmen organisasi dalam menjalankan peran sosial dan kemanusiaan.
“Ini bukan sekadar penyaluran bantuan, tetapi bukti bahwa NU dan Banom NU bersatu hadir untuk umat. Di saat masyarakat tertimpa musibah, NU harus berada di barisan terdepan membantu dan menguatkan,” tegas KH. Anwar Hadimi.
Ia juga menekankan bahwa kekuatan NU terletak pada kebersamaan struktur dan Banom yang bergerak seirama demi kepentingan masyarakat luas.
Sementara itu, Ketua Fatayat NU Kabupaten Barito Kuala, Sumarni, menyampaikan bahwa keterlibatan Banom NU, khususnya Fatayat, merupakan bagian dari tanggung jawab sosial kader NU, terutama dalam memastikan kelompok rentan mendapat perhatian.
“Banom NU bersatu bukan hanya slogan. Kami hadir langsung untuk membantu warga, terutama perempuan dan anak-anak yang terdampak banjir. Ini adalah panggilan kemanusiaan,” ujar Sumarni.
Aksi kemanusiaan ini mendapat respons positif dari warga Desa Jejangkit. Kehadiran NU dan Banom NU dinilai memberikan harapan serta semangat di tengah kondisi sulit akibat bencana banjir.
Melalui aksi ini, NU Barito Kuala kembali menegaskan perannya sebagai organisasi keagamaan yang tidak hanya bergerak dalam dakwah dan pendidikan, tetapi juga konsisten hadir dalam kerja-kerja sosial dan kemanusiaan, dengan semangat Banom NU Bersatu untuk Umat.